Equityworld Futures | Minyak Terkoreksi Usai Upaya Diplomasi Iran Redakan Kekhawatiran Pasar

Harga minyak dunia mengalami koreksi dari level tertinggi enam bulan pada perdagangan Senin (26/10), setelah muncul perkembangan diplomatik yang dinilai berpotensi meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sejumlah pejabat senior dari Arab Saudi, Pakistan, dan Turki melakukan pertemuan dengan pemimpin Iran di Teheran guna mendorong kembali proses diplomasi regional. [newsmaker.id]
Dalam perdagangan terbaru, minyak Brent kontrak Desember turun 0,8% ke level US$115,81 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 1,5% menjadi US$101,76 per barel. Penurunan ini terjadi setelah pasar merespons sinyal deeskalasi yang berpotensi mengurangi ancaman terhadap pasokan energi global. [newsmaker.id]
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa Teheran siap mendukung berbagai upaya yang dapat memperkuat persatuan kawasan. Ia juga kembali menegaskan bahwa Iran tidak memiliki ambisi untuk mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan tersebut dipandang sebagai sinyal positif oleh pelaku pasar karena membuka peluang terciptanya stabilitas yang lebih besar di kawasan penghasil minyak terbesar dunia. [newsmaker.id]
Meski demikian, tekanan terhadap harga minyak masih relatif terbatas. Berbagai risiko geopolitik tetap membayangi pasar, termasuk serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi, aktivitas kelompok-kelompok yang didukung Iran, hingga kemungkinan perubahan dinamika konflik setelah pemilu di Amerika Serikat. Faktor-faktor tersebut masih menjaga premi risiko pada harga energi global. [newsmaker.id]
Selain faktor fundamental, pergerakan harga juga dipengaruhi kondisi teknikal. Indikator Relative Strength Index (RSI) Brent sebelumnya menembus level 70, yang mengindikasikan kondisi overbought. Situasi ini mendorong sebagian investor melakukan aksi ambil untung setelah reli tajam yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. [newsmaker.id]
Di sisi lain, arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dilaporkan mulai kembali mendekati tingkat normal sebelum konflik berlangsung. Namun demikian, pasar masih berhati-hati terhadap potensi eskalasi baru, terutama setelah proses politik di Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi kebijakan Washington terhadap Iran. [newsmaker.id]
Outlook Pasar
Koreksi harga minyak saat ini lebih mencerminkan meredanya kekhawatiran jangka pendek serta aksi profit taking, bukan perubahan besar terhadap fundamental pasar. Selama ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih berlangsung, minyak berpotensi mempertahankan premi risiko yang cukup tinggi.
Apabila jalur diplomasi menghasilkan kesepakatan yang lebih konkret, tekanan jual dapat berlanjut dan membatasi kenaikan harga. Sebaliknya, jika terjadi gangguan baru terhadap infrastruktur energi atau peningkatan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, harga Brent berpotensi kembali bergerak menuju area US$120 per barel. [newsmaker.id]
Sumber: Newsmaker.id














Comments