Equityworld Futures \ Emas Tertekan oleh Lonjakan Yield AS dan Kenaikan Harga Minyak
Jakarta, 20 Oktober 2026 - Harga emas menghadapi tekanan pada perdagangan terbaru seiring meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) dan melonjaknya harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset investasi non-yield. [newsmaker.id]
Yield US Treasury tenor 10 tahun tercatat bertahan di sekitar 5,13%, setelah sebelumnya mengalami kenaikan signifikan pada awal pekan. Kenaikan imbal hasil tersebut membuat instrumen pendapatan tetap AS menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak menawarkan imbal hasil bagi investor. [newsmaker.id]
Pelaku pasar kini juga mulai mengalihkan perhatian ke musim laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat. Laporan keuangan Meta dijadwalkan dirilis pada Rabu, sementara Microsoft, Amazon, dan Google akan menyampaikan kinerja kuartal ketiga mereka pada pekan depan. Investor menyoroti besarnya belanja modal yang terus meningkat untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI), yang dinilai dapat mendorong kebutuhan pendanaan lebih besar dan berpotensi mempertahankan yield Treasury pada level tinggi. [newsmaker.id]
Di sisi lain, kenaikan harga minyak dalam dua pekan terakhir turut menambah tekanan bagi pasar emas. Penguatan minyak dipicu oleh meningkatnya premi risiko geopolitik setelah muncul laporan bahwa Iran berpotensi memperluas blokade hingga Selat Bab el-Mandeb dan Terusan Suez, serta mempersiapkan respons terhadap kemungkinan aksi militer lanjutan dari AS dan Israel. [newsmaker.id]
Menurut analisis Newsmaker, emas saat ini berada di bawah tekanan dari dua faktor utama, yaitu tingginya yield Treasury AS dan reli harga minyak. Jika investasi AI terus mendukung pertumbuhan ekonomi AS sekaligus mendorong kenaikan imbal hasil obligasi, maka ruang penguatan emas berpotensi semakin terbatas. [newsmaker.id]
Meski demikian, risiko geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor pendukung yang dapat membatasi pelemahan emas. Eskalasi konflik yang lebih luas berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, sehingga menjaga minat investor terhadap logam mulia di tengah tekanan suku bunga yang masih tinggi. [newsmaker.id]
Prospek Emas
Dalam jangka pendek, arah pergerakan emas akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan imbal hasil obligasi AS, laporan keuangan sektor teknologi, serta dinamika geopolitik di Timur Tengah. Selama yield tetap tinggi, emas berpotensi bergerak terbatas. Namun, meningkatnya ketidakpastian global masih dapat memberikan dukungan bagi harga emas sebagai instrumen lindung nilai. [newsmaker.id]
















Comments