top of page

Equityworld Futures | GBP/USD Tertekan, Pasar Cermati Inflasi Inggris dan Arah Kebijakan BoE

Oct 5
2 min read

Pasangan mata uang GBP/USD kembali bergerak melemah pada perdagangan Senin (5/10), dengan pound sterling diperdagangkan di sekitar level 1,3235 terhadap dolar AS. Tekanan terhadap GBP/USD muncul di tengah penguatan dolar yang didorong oleh antisipasi pasar menjelang rilis data ISM Services PMI Amerika Serikat. [newsmaker.id]

Pelaku pasar saat ini sedang mencari petunjuk baru mengenai kondisi ekonomi AS setelah laporan Nonfarm Payrolls (NFP) September menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja yang lebih tajam dari perkiraan. Data tersebut mencatat penambahan tenaga kerja hanya sebanyak 29.000 pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi pasar. [newsmaker.id]

Laporan NFP yang lemah turut memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve. Pasar kini memperkirakan peluang bank sentral AS mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya berada di kisaran 77,9%. Selain itu, tingkat pengangguran AS meningkat menjadi 4,2%, mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum setelah sebelumnya menunjukkan ketahanan yang cukup kuat. [newsmaker.id]

Meski demikian, dolar AS belum kehilangan daya tarik sepenuhnya. Investor masih memperhatikan tingginya imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS yang tetap menjadi faktor pendukung bagi mata uang greenback. Kondisi ini membuat pergerakan GBP/USD tetap berada dalam tekanan meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed mulai berkurang. [newsmaker.id]

Di Inggris, fokus pasar tertuju pada meningkatnya tekanan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi. Sejumlah pejabat Bank of England (BoE), termasuk Gubernur Andrew Bailey, mulai memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih menjadi opsi untuk memastikan inflasi kembali menuju target bank sentral. [newsmaker.id]

Prospek tersebut membuat pasar memperkirakan adanya potensi pengetatan kebijakan moneter BoE hingga akhir tahun 2026 dan kemungkinan berlanjut pada 2027. Ekspektasi tersebut menjadi faktor yang dapat memberikan dukungan bagi pound sterling dalam jangka menengah. [newsmaker.id]

Saat ini GBP/USD berada dalam kondisi tarik-menarik antara dua faktor utama. Di satu sisi, peluang berkurangnya pengetatan kebijakan The Fed berpotensi melemahkan dolar AS. Namun di sisi lain, sikap hawkish BoE yang dipicu kekhawatiran inflasi dapat membantu menopang nilai tukar pound. [newsmaker.id]

Ke depan, arah GBP/USD diperkirakan akan sangat bergantung pada data ekonomi AS, khususnya hasil ISM Services PMI, serta perkembangan inflasi dan kebijakan moneter Inggris. Jika data ekonomi AS kembali menunjukkan pelemahan, dolar berpotensi kehilangan momentum sehingga membuka peluang pemulihan bagi pound sterling. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat dolar dan menjaga tekanan terhadap GBP/USD dalam jangka pendek. [newsmaker.id]

'

Analisis Teknikal

Secara teknikal, area 1,3200 menjadi level support penting yang perlu dipertahankan oleh GBP/USD. Apabila tekanan jual berlanjut dan level tersebut ditembus, potensi pelemahan menuju area support berikutnya dapat terbuka. Sementara itu, resistance terdekat berada di kisaran 1,3300 hingga 1,3350, yang menjadi area penting untuk mengonfirmasi potensi rebound pound sterling. Kombinasi perkembangan data ekonomi AS dan sinyal kebijakan BoE akan menjadi katalis utama pergerakan pasangan mata uang ini dalam beberapa sesi mendatang


 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2023 by Annex. Proudly created with Wix.com

  • Grey Twitter Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Google+ Icon
  • Grey Instagram Icon
bottom of page