top of page

Equityworld Futures | Sinyal Dovish The Fed Jatuhkan Dolar, Yen Pimpin Penguatan Mata Uang Utama

6 days ago
2 min read

Jakarta – Dolar Amerika Serikat mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Kamis (3/9), mencatat penurunan harian terbesar dalam lebih dari dua pekan. Pelemahan ini dipicu oleh turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS serta munculnya sinyal yang lebih dovish dari pejabat Federal Reserve terkait arah kebijakan suku bunga. [newsmaker.id]


Indeks Dolar AS (DXY) tercatat turun sekitar 0,6% dan bergerak di kisaran 98,98. Pelemahan tersebut terjadi setelah pasar merespons pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller yang membuka peluang untuk mempertahankan tingkat suku bunga apabila tren penurunan inflasi terus berlanjut. Pernyataan itu membuat ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan September menurun hingga mendekati 50%. Pada saat yang sama, yield Treasury AS tenor 10 tahun melemah ke sekitar 4,76%. [newsmaker.id]


Mata uang yang memperoleh keuntungan terbesar dari pelemahan dolar adalah yen Jepang. Pasangan USD/JPY turun sekitar 1,8% ke area 155,79 setelah pasar semakin yakin bahwa Bank of Japan berpotensi kembali menaikkan suku bunga pada bulan September. Penguatan yen terjadi meskipun belum ada konfirmasi terkait kemungkinan intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing. [newsmaker.id]


Di kawasan Eropa, euro dan pound sterling juga menguat terhadap dolar AS. EUR/USD naik sekitar 0,3% ke level 1,1626 seiring meningkatnya spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) masih memiliki ruang untuk memperketat kebijakan moneternya. Sementara itu, GBP/USD menguat ke 1,3526 walaupun investor tetap mewaspadai risiko inflasi energi dan kondisi fiskal Inggris. [newsmaker.id]


Mata uang komoditas turut mencatat kinerja positif. Dolar Australia menguat sekitar 0,5% ke 0,7201 setelah data pertumbuhan ekonomi kuartal kedua melampaui ekspektasi pasar dan neraca perdagangan Australia kembali mencatat surplus. Dolar Selandia Baru juga ikut menguat sekitar 0,6% ke level 0,5883. [newsmaker.id]


Penguatan terhadap dolar juga terjadi pada dolar Kanada dan franc Swiss. USD/CAD turun ke sekitar 1,3785 berkat dukungan harga minyak yang masih tinggi terhadap ekonomi Kanada. Sementara itu, USD/CHF melemah ke 0,8075 setelah inflasi Swiss mencapai level tertinggi dalam dua tahun terakhir, memperkuat prospek kebijakan moneter yang lebih ketat dari Swiss National Bank. [newsmaker.id]


Fokus Pasar Beralih ke Data NFP

Perhatian investor kini tertuju pada rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang berpotensi menjadi katalis utama pergerakan dolar dalam jangka pendek. Jika laporan ketenagakerjaan menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja, tekanan terhadap dolar berpeluang berlanjut karena ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed akan semakin berkurang. Sebaliknya, data tenaga kerja yang kuat atau munculnya tekanan inflasi baru dapat menghidupkan kembali peluang pengetatan kebijakan moneter dan mendorong pemulihan dolar AS. [newsmaker.id]


Secara keseluruhan, perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed menjadi faktor dominan yang menekan greenback. Selama data ekonomi AS tidak menunjukkan perbaikan signifikan, dolar berpotensi tetap berada dalam fase koreksi terhadap yen, euro, pound sterling, maupun mata uang berbasis komoditas. [newsmaker.id]




 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2023 by Annex. Proudly created with Wix.com

  • Grey Twitter Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Google+ Icon
  • Grey Instagram Icon
bottom of page