top of page

Equityworld Futures | Emas Belum Lepas dari Tekanan, Yield Treasury Masih Jadi Beban Utama

2 hours ago
2 min read

Harga emas bergerak terbatas pada awal perdagangan Asia Kamis (10/9), meski sebelumnya berhasil mencatat kenaikan. Logam mulia masih memperoleh dukungan dari melemahnya dolar AS dan meningkatnya permintaan aset safe haven, namun kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat kembali menjadi faktor yang membatasi laju penguatan emas. [newsmaker.id]


Pada awal sesi Asia, XAU/USD diperdagangkan di kisaran US$4.402 per troy ounce dengan pergerakan relatif sempit di rentang US$4.400 hingga US$4.406 per troy ounce. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang masih menunggu katalis baru sebelum mengambil posisi yang lebih agresif. [newsmaker.id]


Sentimen positif bagi emas datang dari dolar AS yang bertahan di dekat level terendah dalam dua pekan terakhir. Selain itu, meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah turut mendorong minat investor terhadap aset lindung nilai. Harga minyak yang terus menanjak hingga mendorong Brent menembus level US$100 per barel juga meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global, yang pada umumnya mendukung permintaan emas. [newsmaker.id]


Meski demikian, momentum kenaikan emas masih tertahan oleh lonjakan yield Treasury AS. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tercatat mendekati 4,85%, level tertinggi sejak November 2023. Kenaikan yield tersebut membuat instrumen berbunga menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak menawarkan imbal hasil, sehingga membatasi potensi kenaikan harga logam mulia. [newsmaker.id]


Pelaku pasar juga menaruh perhatian pada program buyback Treasury AS yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis. Departemen Keuangan AS berencana membeli kembali obligasi bertenor 10 hingga 20 tahun dengan nilai maksimal US$6 miliar, jumlah yang tiga kali lebih besar dibandingkan operasi sebelumnya. Namun hingga saat ini, langkah tersebut belum mampu memberikan tekanan berarti terhadap yield obligasi, sehingga dampak positifnya terhadap pergerakan emas masih belum terlihat signifikan. [newsmaker.id]


Fokus investor berikutnya tertuju pada rilis data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat. Konsensus pasar memperkirakan PPI Agustus naik 0,4% secara bulanan, sementara Core PPI diproyeksikan meningkat 0,3%. Jika data inflasi produsen keluar lebih tinggi dari ekspektasi, peluang Federal Reserve mempertahankan sikap hawkish akan semakin besar dan dapat menjadi sentimen negatif bagi emas. Sebaliknya, data yang lebih lemah berpotensi memberikan ruang bagi penguatan harga XAU/USD. [newsmaker.id]


Dari sisi teknikal, level US$4.400 per troy ounce menjadi area psikologis penting yang saat ini sedang diuji pasar. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang rebound menuju area US$4.420 hingga US$4.435 masih terbuka. Jika berhasil menembus US$4.435, momentum kenaikan berpotensi berlanjut menuju kisaran US$4.450 hingga US$4.480. Sebaliknya, penurunan di bawah US$4.400 dapat memicu koreksi lebih dalam menuju area US$4.380 hingga US$4.350 per troy ounce. [newsmaker.id]


Dengan kombinasi sentimen inflasi, pergerakan yield Treasury, serta ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi, pasar emas diperkirakan bergerak konsolidatif dalam jangka pendek sambil menunggu arah baru dari data ekonomi AS dan perkembangan pasar obligasi. [newsmaker.id]


Sumber: Newsmaker

 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2023 by Annex. Proudly created with Wix.com

  • Grey Twitter Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Google+ Icon
  • Grey Instagram Icon
bottom of page