top of page

Equityworld Futures | Harga Minyak Melonjak Usai Eskalasi Konflik AS-Iran, Pasar Kembali Fokus ke Selat Hormuz

Sep 1
2 min read

Harga minyak dunia mencatat kenaikan tajam pada perdagangan Senin (31/8) setelah memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan geopolitik yang meningkat memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, khususnya melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia. [newsmaker.id]


Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup menguat 2,83% ke level US$85,76 per barel. Sementara itu, minyak Brent naik 2,71% menjadi US$90,49 per barel setelah sempat menyentuh puncak intraday di US$91,52 per barel. Penguatan ini menunjukkan pasar kembali memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak. [newsmaker.id]


Lonjakan harga dipicu oleh serangan militer AS terhadap fasilitas Iran di Pulau Larak yang berlokasi dekat Selat Hormuz. Iran kemudian merespons dengan menyerang pangkalan militer AS di Yordania. Rangkaian aksi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih luas terhadap jalur distribusi energi internasional. [newsmaker.id]


Perhatian utama pasar saat ini tetap tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran yang sebelumnya dilalui sekitar 20% pasokan minyak global. Aktivitas kapal di kawasan tersebut dilaporkan masih jauh di bawah kondisi normal, dengan jumlah kapal komoditas yang melintas hanya sekitar lima kapal per hari. Meski pengiriman minyak dari negara-negara Teluk masih berlangsung, kondisi ini membuat risiko pasokan tetap tinggi dan mendukung kenaikan harga minyak. [newsmaker.id]


Upaya diplomatik untuk menormalisasi situasi juga belum menunjukkan perkembangan signifikan. Iran dan Oman masih membahas berbagai skema pengelolaan jalur pelayaran tersebut, namun pasar belum melihat adanya sinyal kuat bahwa arus energi akan kembali normal dalam waktu dekat. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar mempertahankan posisi hati-hati terhadap prospek pasokan. [newsmaker.id]


Meski demikian, kenaikan harga minyak masih menghadapi sejumlah faktor penahan. Selama minyak dari kawasan Teluk tetap dapat mencapai pasar global, risiko kelangkaan pasokan fisik dinilai belum cukup besar untuk mendorong reli yang lebih agresif. Trader saat ini lebih fokus pada dampak nyata terhadap volume ekspor dibanding hanya perkembangan militer di lapangan. [newsmaker.id]


Selain konflik militer, pasar juga memantau kebijakan sanksi ekonomi AS terhadap Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa Washington akan terus menggunakan instrumen sanksi guna menekan ekonomi Iran dan mendorong kembali proses negosiasi. Namun, investor masih menunggu bukti bahwa langkah tersebut benar-benar mampu mengurangi pasokan minyak Iran ke pasar internasional. [newsmaker.id]


Di sisi lain, potensi peningkatan produksi Venezuela dapat menjadi faktor yang meredam kenaikan harga. Pemerintah AS tengah mendorong berbagai kesepakatan energi yang berpotensi memperbesar akses terhadap minyak Venezuela. Jika produksi negara tersebut berhasil meningkat secara signifikan, tambahan pasokan dapat membantu menyeimbangkan pasar yang saat ini berada dalam kondisi ketat. [newsmaker.id]


Secara fundamental, prospek minyak masih cenderung konstruktif. Survei Reuters menunjukkan rata-rata proyeksi harga Brent pada 2026 berada di sekitar US$85,08 per barel dan WTI di kisaran US$80,20 per barel. Sejumlah analis juga masih memperkirakan pasar minyak global akan mengalami defisit pasokan sepanjang tahun, meskipun perlambatan permintaan dari China dan peningkatan produksi OPEC+ berpotensi membatasi penguatan lebih lanjut. [newsmaker.id]


Dalam jangka pendek, arah pergerakan minyak akan sangat bergantung pada perkembangan situasi di Selat Hormuz. Jika konflik AS-Iran mulai mengganggu fasilitas energi atau arus kapal secara signifikan, harga Brent berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area US$90 hingga US$95 per barel. Sebaliknya, meredanya ketegangan geopolitik atau bertambahnya pasokan dari Venezuela dapat memicu koreksi harga dalam waktu relatif cepat. [newsmaker.id]


 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2023 by Annex. Proudly created with Wix.com

  • Grey Twitter Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Google+ Icon
  • Grey Instagram Icon
bottom of page