top of page

Equityworld Futures | Bitcoin Turun di Bawah US$80.000, Sikap Warsh Redam Sentimen Risk-On Pasar Kripto

Aug 31
2 min read

Jakarta – Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (28/8) setelah Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, menegaskan komitmennya untuk membawa inflasi kembali ke target bank sentral. Pernyataan tersebut mendorong kenaikan imbal hasil (yield) Treasury jangka pendek dan mengurangi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto. [newsmaker.id]


Bitcoin sempat merosot hampir 4% hingga menyentuh level US$76.871, kembali turun ke bawah ambang psikologis US$80.000. Meski demikian, secara mingguan pergerakan aset kripto terbesar di dunia itu masih relatif stabil setelah membukukan lonjakan sekitar 23% pada pekan sebelumnya. [newsmaker.id]


Koreksi terbaru ini belum menghapus pemulihan signifikan yang terjadi sejak Bitcoin bangkit dari area US$62.000. Namun, harga saat ini masih berada sekitar 40% di bawah rekor tertinggi di kisaran US$126.000 yang tercatat pada Oktober tahun lalu. [newsmaker.id]


Pasar menilai komentar Warsh membawa nuansa yang lebih hawkish. Ia menyebut kondisi keuangan saat ini belum cukup restriktif dan inflasi masih harus menunjukkan penurunan yang lebih meyakinkan menuju target Federal Reserve. Meski demikian, pelaku pasar menganggap pernyataan tersebut tidak jauh dari ekspektasi sehingga belum memicu gelombang aksi jual besar di pasar kripto. [newsmaker.id]


Dari sisi derivatif, aktivitas spekulatif juga belum sepenuhnya pulih. Data menunjukkan open interest kontrak futures Bitcoin masih berada pada level relatif rendah. Kondisi ini mengindikasikan investor belum kembali membangun posisi agresif setelah gelombang likuidasi posisi bearish yang terjadi pada pekan sebelumnya. [newsmaker.id]


Secara teknikal, perhatian trader kini tertuju pada indikator 50-week moving average. Menurut Galaxy Digital, dalam berbagai siklus bear market sebelumnya, keberhasilan Bitcoin kembali menembus dan mempertahankan posisi di atas indikator tersebut sering kali menjadi sinyal bahwa fase terburuk pasar telah berakhir. Selama penutupan mingguan tetap berada di atas level itu, prospek pemulihan masih dianggap terjaga. [newsmaker.id]


Prospek Jangka Pendek

Menurut analisis Newsmaker, pelemahan Bitcoin saat ini lebih mencerminkan fase konsolidasi setelah reli tajam dibandingkan perubahan tren yang besar. Namun volatilitas diperkirakan tetap tinggi karena terdapat sekitar US$6,4 miliar opsi Bitcoin yang segera memasuki masa kedaluwarsa. [newsmaker.id]


Minat investor terhadap call option di rentang US$85.000 hingga US$90.000 menunjukkan sebagian pelaku pasar masih mempertahankan pandangan bullish untuk jangka menengah. Jika Bitcoin mampu kembali menembus dan bertahan di atas US$80.000, peluang menuju area US$85.000 berpotensi terbuka kembali. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan struktur teknikal mingguan dapat memicu koreksi yang lebih dalam dalam waktu dekat. [newsmaker.id]


Sumber: Newsmaker.id

 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2023 by Annex. Proudly created with Wix.com

  • Grey Twitter Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Google+ Icon
  • Grey Instagram Icon
bottom of page