Equityworld Futures | Harga Minyak Menguat Seiring Kembalinya Kekhawatiran Risiko Pengiriman di Timur Tengah

Jakarta – Harga minyak dunia kembali mencatat kenaikan setelah pelaku pasar kembali mencermati risiko gangguan jalur pelayaran di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute energi terpenting di dunia. Insiden terhadap sebuah kapal kargo di dekat Oman memicu kekhawatiran baru mengenai keamanan pengiriman minyak dan gas global. [reuters.com], [reuters.com]
Kontrak berjangka minyak Brent ditutup menguat lebih dari 2% ke level sekitar US$75 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 2% ke kisaran US$72 per barel. Kenaikan tersebut terjadi setelah perkembangan geopolitik terbaru meningkatkan kekhawatiran bahwa arus pasokan energi melalui Selat Hormuz dapat kembali terganggu. [reuters.com]
Selat Hormuz memiliki peran strategis dalam perdagangan energi global karena menjadi jalur transit bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Setelah sebelumnya terjadi perbaikan lalu lintas kapal menyusul meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, pasar kini kembali menghadapi ketidakpastian akibat laporan serangan terhadap kapal di wilayah tersebut. [reuters.com], [blogs.worldbank.org]
Menurut laporan Reuters, sebuah kapal kargo dilaporkan terkena proyektil di dekat Oman, sehingga memicu penghentian sementara upaya pengawalan kapal yang dilakukan Organisasi Maritim Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (IMO). Perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa stabilitas yang sebelumnya mulai terbentuk di kawasan tersebut masih sangat rapuh. [reuters.com]
Analis menilai bahwa gangguan berkepanjangan terhadap lalu lintas tanker dapat berdampak signifikan terhadap keseimbangan pasar minyak global. Konsultan energi Rystad Energy menyebutkan bahwa kapasitas penyimpanan minyak di kawasan Teluk saat ini sudah terisi sekitar 50% hingga 60%. Jika pergerakan kapal tanker tidak segera kembali normal, produsen minyak berpotensi mengurangi tingkat produksinya karena keterbatasan ruang penyimpanan. [reuters.com]
Meskipun demikian, sebagian pelaku pasar masih berharap aktivitas pengiriman energi melalui Selat Hormuz dapat terus pulih. Data pengiriman menunjukkan sejumlah produsen minyak Timur Tengah tetap melanjutkan kegiatan ekspor, meski risiko keamanan dan biaya asuransi pelayaran masih relatif tinggi. [reuters.com]
Perhatian investor kini tertuju pada perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran, serta upaya berbagai negara di kawasan untuk menjaga keamanan jalur pelayaran. Setiap indikasi memburuknya situasi keamanan berpotensi mendorong volatilitas harga minyak dalam jangka pendek. [reuters.com], [gulfnews.com]
Secara keseluruhan, penguatan harga minyak saat ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap risiko geopolitik di Timur Tengah. Selama ketidakpastian mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz masih berlangsung, harga minyak diperkirakan akan tetap mendapat dukungan dari faktor premi risiko geopolitik. [reuters.com], [blogs.worldbank.org]
Sumber: Newsmaker.id














Comments