top of page

Equityworld Futures | Emas Stabil di Bawah US$4.300, Pasar Fokus pada Keputusan The Fed

Sep 16
2 min read

Harga emas masih bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (16/9), dengan investor memilih menunggu hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diumumkan dalam beberapa jam ke depan. Logam mulia tersebut bertahan di bawah level psikologis US$4.300 per troy ounce, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS. [newsmaker.id]

Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga spot emas tercatat turun 0,2% ke US$4.282,34 per ounce pada pukul 07.55 waktu Singapura. Meski mengalami tekanan dalam dua sesi terakhir, pelemahan emas masih relatif terbatas karena pasar tetap mempertimbangkan potensi tekanan inflasi yang berasal dari lonjakan harga energi. [newsmaker.id]

Sentimen utama pasar saat ini berasal dari meningkatnya keyakinan bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga acuannya. Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga mencapai sekitar 92%, sebuah ekspektasi yang secara historis cenderung menjadi faktor negatif bagi emas karena aset tersebut tidak menawarkan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya. [newsmaker.id]

Tekanan terhadap emas juga datang dari pasar obligasi Amerika Serikat. Yield Treasury AS tenor 10 tahun mencapai 5,04% pada Selasa, level tertinggi sejak 2007. Kenaikan imbal hasil ini meningkatkan daya tarik aset pendapatan tetap sekaligus menambah biaya peluang untuk memegang emas. Lonjakan yield didorong oleh kombinasi aksi jual obligasi, kebutuhan investasi modal yang tinggi, serta kenaikan harga energi global. [newsmaker.id]

Di sisi lain, pasar energi masih menjadi sumber ketidakpastian. Harga minyak tetap bertahan tinggi setelah reli dalam beberapa hari terakhir akibat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global. Perhatian investor tertuju pada penutupan pipa East-West milik Arab Saudi yang selama ini berperan penting dalam menyalurkan jutaan barel minyak per hari sebagai alternatif jalur Selat Hormuz. Kondisi tersebut meningkatkan risiko inflasi dan menjadi salah satu faktor yang membatasi penurunan emas lebih dalam. [newsmaker.id]

Secara bulanan, kinerja emas masih menunjukkan tekanan yang cukup signifikan. Sepanjang September, harga emas telah terkoreksi lebih dari 3% setelah sebelumnya sempat diperdagangkan di atas US$4.700 per ounce pada akhir Agustus. Koreksi tersebut mencerminkan penyesuaian ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter AS dan prospek pergerakan imbal hasil Treasury ke depan. [newsmaker.id]

Analisis

Pergerakan emas saat ini mencerminkan pertarungan dua sentimen utama. Di satu sisi, kenaikan yield Treasury dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi terus membebani harga emas. Di sisi lain, tingginya harga energi dan risiko inflasi global masih memberikan dukungan terhadap permintaan aset lindung nilai.

Jika Federal Reserve benar-benar menaikkan suku bunga dan memberikan sinyal kebijakan yang tetap hawkish, maka XAU/USD berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area US$4.250. Namun, apabila bank sentral AS menunjukkan nada yang lebih hati-hati terkait langkah pengetatan berikutnya, emas berpeluang mengalami rebound teknikal menuju kisaran US$4.320 hingga US$4.350 per ounce. [newsmaker.id]


 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2023 by Annex. Proudly created with Wix.com

  • Grey Twitter Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Google+ Icon
  • Grey Instagram Icon
bottom of page