Equityworld Futures | Blokade Selat Hormuz Dorong Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 10%
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global. Ancaman dan realisasi penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia, mendorong harga minyak mentah naik tajam dan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi internasional. [tradersunion.com], [investasi....ntan.co.id]
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global. Sekitar 13 juta barel minyak per hari atau sekitar 31% pengiriman minyak mentah melalui jalur laut dunia melewati kawasan ini. Karena perannya yang sangat vital, setiap gangguan di wilayah tersebut langsung mendapat respons besar dari pelaku pasar energi. [tradersunion.com]
Setelah muncul kabar mengenai penutupan Selat Hormuz oleh Iran di tengah meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat, harga minyak Brent melonjak hingga mendekati 10%. Dalam perdagangan intraday, harga bahkan sempat menembus level di atas US$82 per barel, tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Para analis memperkirakan harga minyak berpotensi menembus US$100 per barel apabila gangguan pasokan berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama. [tradersunion.com], [global.kontan.co.id]
Lonjakan harga tidak hanya dipicu oleh kekhawatiran terhadap pasokan minyak mentah. Selat Hormuz juga menjadi jalur penting bagi perdagangan gas alam cair (LNG) dunia. Sekitar 20% arus LNG global melewati kawasan tersebut, sehingga gangguan distribusi berpotensi memicu kenaikan harga energi secara lebih luas. Negara-negara pengimpor energi di Asia menjadi pihak yang paling rentan terhadap situasi ini. [tradersunion.com]
India, Pakistan, Bangladesh, dan negara-negara Asia Tenggara menghadapi risiko besar karena ketergantungan yang tinggi terhadap pasokan energi dari kawasan Teluk. Kenaikan harga minyak dan LNG berpotensi meningkatkan biaya impor, memperburuk tekanan inflasi, serta membebani sektor industri dan transportasi. [tradersunion.com]
Menurut sejumlah pengamat pasar, blokade Selat Hormuz bukan sekadar persoalan logistik, melainkan ancaman terhadap sekitar 20% pasokan minyak global. Di saat yang sama, tambahan produksi dari OPEC+ dinilai belum cukup untuk mengimbangi potensi kehilangan pasokan apabila konflik berkepanjangan. Kondisi tersebut menciptakan sentimen bullish yang kuat bagi harga komoditas energi. [investasi....ntan.co.id], [kitatekno.com]
Dampak kenaikan harga energi juga berpotensi merembet ke pasar keuangan global. Biaya produksi yang lebih tinggi dapat memicu inflasi, mengurangi daya beli masyarakat, dan menekan kinerja perusahaan. Dalam situasi seperti ini, investor biasanya mengalihkan dana dari aset berisiko seperti saham menuju instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas dan obligasi pemerintah. [investasi....ntan.co.id], [keuangan.id]
Secara keseluruhan, gejolak di Selat Hormuz sekali lagi menunjukkan betapa pentingnya jalur tersebut bagi perekonomian dunia. Selama ketegangan geopolitik masih berlangsung dan belum ada kepastian mengenai kelancaran distribusi energi, pasar diperkirakan akan tetap menghadapi volatilitas tinggi, sementara harga minyak berpotensi bertahan di level yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. [tradersunion.com], [keuangan.id]
Sumber: NewsMaker.id














Comments