top of page

IHSG Berpotensi Melemah, Sektor Perbankan & Tambang Cenderung Koreksi

  • Sep 18, 2020
  • 2 min read

Equityworld Futures - Pasca bank sentral global mengumumkan keputusan kebijakan moneternya, analis memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dan juga beberapa rekomendasi saham-saham pilihan.


Sebelumnya diwartakan dari Bisnis.com Jumat , IHSG menutup perdagangan Kamis di level 5.038,40, turun 20,08 poin atau 0,40 persen dibandingkan dengan level penutupan kemarin. Sedangkan IHSG naik 0,39% atau 19,85 poin ke 5.058,25 menurut data Investing.com pukul 10.53 WIB pada sesi I Jumat pagi ini.


Analis mengatakan bahwa pergerakan IHSG terlihat sedang menguji support level terdekat, sedangkan gelombang tekanan terlihat belum akan berakhir.


Namun, mengingat masih stabilnya kondisi perekonomian Indonesia maka peluang kenaikan jangka pendek masih terbuka lebar. Analis pun memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak dalam rentang 4.913 – 5.168.


Lebih lanjut menurut Kompas Jumat , analis menilai peluang IHSG melemah terdorong sentimen negatif pasar terkait tidak adanya kebijakan moneter lanjutan dari beberapa bank sentral.


Analis bilang minimnya stimulus di global membuat pasar khawatir dengan valuasi yang mahal.


Hasil rapat FOMC kemarin, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan dengan kebijakan moneter yang tidak berubah. Demikian juga dengan Bank of England (BOE) dan Bank of Japan (BoJ) yang tetap mempertahankan kebijakan moneter stabil dan tidak ada perubahan pada sikap moneter.


Sentimen negatif juga muncul dari rencana distribusi vaksin Covid-19 yang masih membutuhkan waktu cukup lama yakni 6 bulan sampai dengan 1 tahun lagi. Hal ini disampaikan oleh Dewan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).


Sementara itu, sentimen positif pun muncul dari hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) kemarin, dimana Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan. Analis menilai, kebijakan BI ini cukup bagus, karena berdampak dalam penguatan nilai mata uang dalam negeri. Analis bahkan memproyeksikan, kebijakan ini mampu mendorong rupiah bergerak kembali ke Rp 14.400 per dollar AS.


Selain itu sejumlah analis juga menyampaikan proyeksinya dilansir dari Kontan Jumat .


Pada harga saham BBTN (JK:BBTN) terlihat pola three black crows candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi tekanan jual pada pergerakan harga saham. Itu didukung indikator stochastic yang menunjukkan sinyal negatif. Meskipun demikian, indikator RSI sudah menunjukkan oversold atau jenuh jual.


Lalu, selama harga saham INCO (JK:INCO) tidak mampu menguat di atas Rp 4.030, maka diperkirakan pergerakan INCO akan cenderung terkoreksi untuk membentuk wave [c] dari wave A. Nampak pada perdagangan Kamis tekanan jual INCO cenderung membesar dan pergerakan MACD beserta stochastic yang masih cenderung bergerak menurun.


Saham BRMS tengah menguji three black crows pattern candle, dengan indikator RSI melemah. Sedangkan indikator stochastic berpotensi death cross, disertai volume perdagangan yang menurun. Untuk moving average (MA) masih bergerak naik dan ditutup pada MA% dan MACD yang masih bergerak naik.



Sumber : Reuters, Investing

 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2023 by Annex. Proudly created with Wix.com

  • Grey Twitter Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Google+ Icon
  • Grey Instagram Icon
bottom of page