top of page

Equityworld Futures | Yen Jepang Melemah Usai Inflasi Tokyo Melandai, USD/JPY Dekati Level 160

  • Mar 31
  • 2 min read

Nilai tukar Yen Jepang kembali berada di bawah tekanan setelah rilis data inflasi Tokyo menunjukkan pelunakan yang lebih besar dari perkiraan. Pada perdagangan Selasa, pasangan USD/JPY menarik minat beli baru menyusul turunnya Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Tokyo, yang memicu penurunan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ). Di saat yang sama, penguatan dolar AS turut memperbesar tekanan pada mata uang Jepang tersebut.


Data resmi pemerintah Jepang menunjukkan bahwa CPI Tokyo melambat menjadi 1,4% pada Maret, turun dari 1,5% pada bulan sebelumnya dan menjadi laju terendah sejak Maret 2022. Sementara itu, CPI inti yang tidak memasukkan komponen makanan segar tercatat naik 1,7%, sedikit lebih rendah dibandingkan 1,8% pada Februari. Lebih lanjut, CPI inti yang mengecualikan makanan segar dan energi juga menurun ke 2,3% dari sebelumnya 2,5%. Rangkaian data ini memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi di Jepang mulai mereda.

Pelunakan inflasi tersebut mengurangi peluang BoJ untuk segera menaikkan suku bunganya, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global. Ketegangan geopolitik akibat perang di Iran turut menambah ketidakpastian dan mendorong pelaku pasar untuk menghindari aset berisiko, termasuk Yen Jepang. Akibatnya, mata uang Jepang kembali melemah terhadap dolar AS.


Di sisi lain, dolar AS justru mendapatkan dorongan kuat dari perubahan ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve. Pasar kini sepenuhnya menyingkirkan kemungkinan penurunan suku bunga oleh bank sentral AS dan justru meningkatkan taruhan terkait potensi kenaikan suku bunga menjelang akhir tahun. Lonjakan inflasi global yang dipicu oleh konflik geopolitik menjadi salah satu faktor utama di balik sikap hawkish The Fed, yang mendorong indeks dolar menyentuh level tertinggi sepanjang tahun ini.


Secara teknikal, USD/JPY telah mengalami rebound dari area 159,35–159,30 pada perdagangan sebelumnya dan melanjutkan penguatan moderat di sesi Asia. Meski pergerakan sempat tertahan di bawah level psikologis 160,00, tren jangka pendek masih menunjukkan bias kenaikan.


Namun demikian, langkah otoritas Jepang menjadi faktor penahan pelemahan Yen yang lebih dalam. Wakil Menteri Keuangan Jepang untuk Urusan Internasional, Atsushi Mimura, menegaskan bahwa pemerintah siap mengambil tindakan tegas jika pergerakan spekulatif di pasar valuta asing berlanjut. Senada dengan itu, Gubernur BoJ Kazuo Ueda menyatakan bahwa bank sentral terus memantau perkembangan nilai tukar dengan cermat. Pernyataan tersebut memicu spekulasi akan kemungkinan intervensi pasar, sehingga menahan pelaku pasar untuk membuka posisi jual baru terhadap Yen Jepang.


Sumber: Newsmaker.id

 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2023 by Annex. Proudly created with Wix.com

  • Grey Twitter Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Google+ Icon
  • Grey Instagram Icon
bottom of page