EWF_CYBER 2 | Klaim Trump soal Pelepasan Stok IEA Tak Mampu Redam Harga, Minyak Dunia Tetap Menguat
- Mar 12
- 3 min read

Harga minyak global tetap bergerak naik meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa pelepasan cadangan minyak darurat oleh International Energy Agency (IEA) akan membantu menekan lonjakan harga energi. Pasar justru menunjukkan skeptisisme, dengan pelaku menilai langkah tersebut belum cukup untuk meredakan kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah. [newsmaker.id], [finance.yahoo.com]
Dalam pidatonya di Kentucky pada Rabu malam waktu setempat, Trump menyatakan bahwa rencana pelepasan stok minyak terbesar sepanjang sejarah IEA akan secara signifikan menurunkan harga minyak. Ia menegaskan langkah ini merupakan bagian dari upaya Amerika Serikat dan sekutunya untuk menjaga stabilitas energi global di tengah eskalasi konflik dengan Iran. Namun pernyataan tersebut tidak sepenuhnya diyakini pasar, yang justru tetap bergejolak. [newsmaker.id], [channelnewsasia.com]
Harga Minyak Tetap Naik di Tengah Klaim Penurunan Tekanan
Faktanya, harga minyak mentah mengakhiri perdagangan hari itu dengan kenaikan lebih dari 4 persen. Minyak Brent diperdagangkan mendekati level US$92 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup di kisaran US$87 per barel. Kenaikan ini terjadi meskipun ada pengumuman pelepasan stok darurat oleh IEA, menandakan bahwa sentimen pasar masih didominasi kekhawatiran pasokan daripada optimisme kebijakan. [newsmaker.id], [finance.yahoo.com]
Analis menilai pasar lebih fokus pada risiko nyata di lapangan, khususnya gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Wilayah tersebut merupakan jalur sekitar seperlima pasokan minyak dunia, dan konflik militer yang berlanjut membuat arus ekspor nyaris terhenti. Kondisi ini menutupi dampak psikologis dari kebijakan pelepasan cadangan. [rnz.co.nz], [finance.yahoo.com]
Pelepasan 400 Juta Barel Dinilai Tak Cukup
IEA menyepakati pelepasan sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis negara-negara anggotanya. Volume ini lebih dari dua kali lipat pelepasan pada 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina. Meski terlihat besar, jumlah tersebut dinilai pasar hanya setara dengan beberapa hari produksi global dan jauh dari cukup untuk menutup potensi kehilangan pasokan jika konflik berlarut-larut. [newsmaker.id], [rnz.co.nz]
Reuters melaporkan bahwa sebagian analis memperkirakan gangguan pasokan akibat konflik Iran bisa mencapai sekitar 20 juta barel per hari. Dengan skala gangguan sebesar itu, efektivitas pelepasan stok darurat sangat bergantung pada kecepatan distribusi dan durasi konflik, bukan sekadar total volumenya. [finance.yahoo.com]
Retorika Geopolitik Menutupi Efek Kebijakan Energi
Selain faktor volume, pasar juga meragukan implementasi teknis dan koordinasi pelepasan stok tersebut. Trump memang menyebut Amerika Serikat siap melonggarkan sejumlah sanksi terkait minyak serta mempertimbangkan pengawalan militer bagi kapal tanker. Namun, hingga kini belum ada rincian jadwal maupun mekanisme pelaksanaan yang jelas, sehingga investor memilih bersikap waspada. [newsmaker.id], [cnbc.com]
Situasi keamanan di kawasan Teluk Persia pun terus memburuk. Sejumlah laporan menyebut adanya serangan terhadap kapal-kapal dagang serta gangguan operasional di pelabuhan dan fasilitas energi. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa risiko geopolitik saat ini jauh lebih menentukan arah harga minyak dibanding kebijakan cadangan darurat. [newsmaker.id], [finance.yahoo.com]
Dampak ke Pasar Domestik dan Global
Lonjakan harga minyak global mulai terasa di pasar domestik Amerika Serikat. Rata-rata harga bensin nasional dilaporkan naik ke level tertinggi sejak pertengahan 2024. Kenaikan biaya energi ini berpotensi menekan inflasi dan daya beli, sekaligus menjadi tantangan politik bagi pemerintahan Trump di dalam negeri. [newsmaker.id]
Secara global, kondisi ini memperlihatkan keterbatasan instrumen stok strategis dalam menghadapi krisis pasokan berskala besar. Pelepasan cadangan memang dapat meredam volatilitas jangka pendek, tetapi tidak mampu menggantikan pasokan yang hilang apabila konflik bersenjata terus berlanjut. [rnz.co.nz], [channelnewsasia.com]
Kesimpulan
Klaim Presiden Donald Trump bahwa pelepasan stok minyak IEA akan menekan harga terbukti belum sejalan dengan realitas pasar. Harga minyak justru tetap menguat karena investor lebih memperhatikan risiko gangguan pasokan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Selama ketegangan militer belum mereda dan jalur pasok strategis masih terancam, harga minyak diperkirakan akan tetap volatil meskipun ada intervensi dari cadangan darurat global. [newsmaker.id], [finance.yahoo.com]
Sumber: Newsmaker.id




















Comments