Equityworld Futures - USD/JPY Tertekan Setelah Pernyataan Dovish Powell: Sinyal Bearish Menguat
- Sep 17, 2025
- 2 min read

Pasangan mata uang USD/JPY mengalami tekanan signifikan dalam perdagangan terbaru, menyusul pernyataan dovish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam simposium Jackson Hole. Pergerakan ini menandai potensi breakout bearish yang semakin nyata, didorong oleh kombinasi faktor domestik dan eksternal yang memengaruhi arah pasar.
Penguatan Sementara dan Koreksi Tajam
Pada Jumat, 22 Agustus 2025, USD/JPY sempat menguat ke level tertinggi dua bulan di atas 148.00. Penguatan ini didorong oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed dan data ekonomi AS yang relatif kuat. Namun, pernyataan Powell yang mengindikasikan kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan September memicu pelemahan tajam dolar AS, yang langsung berdampak pada koreksi USD/JPY. [Equityworl...ewfpro.com]
Dampak Pernyataan Powell terhadap Dolar AS
Powell menyampaikan bahwa ketidakpastian ekonomi masih tinggi dan bahwa The Fed tidak terburu-buru dalam mengambil langkah pengetatan lebih lanjut. Nada dovish ini membuat pelaku pasar menilai bahwa suku bunga bisa saja diturunkan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Akibatnya, dolar AS kehilangan kekuatannya, memberi ruang bagi yen Jepang untuk menguat meskipun data inflasi Jepang menunjukkan penurunan tipis pada Juli 2025. [Equityworl...ewfpro.com]
Yen Jepang Masih Tertekan oleh Faktor Domestik
Meskipun dolar AS melemah, yen Jepang tidak sepenuhnya memanfaatkan momentum tersebut. Hal ini disebabkan oleh tekanan dari dalam negeri, terutama penurunan ekspor Jepang yang tercatat untuk bulan ketiga berturut-turut. Penurunan ekspor ini mencerminkan lemahnya permintaan global dan tantangan yang dihadapi sektor manufaktur Jepang, yang sangat bergantung pada perdagangan internasional. [Equityworl...ewfpro.com]
Pengaruh Kebijakan Tarif Presiden Trump
Selain faktor moneter, kebijakan tarif agresif dari Presiden AS Donald Trump turut memengaruhi sentimen pasar. Tarif yang dikenakan terhadap berbagai produk impor, termasuk dari Jepang, meningkatkan ketidakpastian ekonomi global. Ketidakpastian ini berdampak pada pergerakan mata uang utama, termasuk yen, yang biasanya dianggap sebagai aset safe haven namun kali ini justru tertekan. [Equityworl...ewfpro.com]
Divergensi Kebijakan Moneter AS dan Jepang
Perbedaan arah kebijakan antara Bank of Japan (BoJ) dan Federal Reserve menjadi faktor penting dalam dinamika USD/JPY. BoJ masih menunjukkan sikap hati-hati dalam menaikkan suku bunga, sementara The Fed mulai membuka peluang pelonggaran. Divergensi ini menciptakan ketidakpastian arah bagi pasangan USD/JPY, dengan potensi volatilitas yang tinggi dalam waktu dekat. [Equityworl...ewfpro.com]
Prospek Breakout Bearish Semakin Kuat
Dengan kombinasi pelemahan dolar AS, tekanan domestik terhadap yen, dan ketidakpastian global, bias teknikal USD/JPY mulai mengarah pada potensi breakout bearish. Jika level support utama ditembus, maka penurunan lebih lanjut bisa terjadi, terutama jika data ekonomi AS mendukung ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut.
Apa yang Harus Diperhatikan Investor?
Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan kebijakan moneter dari kedua negara, terutama menjelang pertemuan The Fed dan BoJ berikutnya. Selain itu, dinamika perdagangan global dan geopolitik, seperti kebijakan tarif dan konflik internasional, juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi arah USD/JPY secara signifikan.
Kesimpulan
Pergerakan USD/JPY saat ini mencerminkan kompleksitas pasar mata uang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pernyataan dovish Powell menjadi pemicu utama pelemahan dolar AS, namun yen Jepang belum sepenuhnya mampu memanfaatkan situasi tersebut karena tekanan domestik. Dengan latar belakang ini, potensi breakout bearish semakin menguat, dan investor perlu bersikap waspada serta responsif terhadap perubahan kondisi pasar.
Source: Bloomberg.com, ewfpro




















Comments