top of page

Equityworld Futures - Stabilitas Harga Minyak di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Surplus Global

  • Sep 16, 2025
  • 3 min read

Harga minyak dunia, khususnya Brent, menunjukkan pergerakan stabil meski berada di bawah tekanan dari dua kekuatan besar: ketegangan geopolitik dan ancaman surplus pasokan global. Dalam lanskap energi yang terus berubah, pasar menghadapi dilema antara sentimen jangka pendek yang bullish dan proyeksi jangka panjang yang bearish.

Ketegangan Geopolitik: Ukraina dan Tarif AS terhadap India

Salah satu faktor utama yang mendorong harga minyak tetap bertahan adalah meningkatnya ketegangan geopolitik. Dua isu besar menjadi sorotan investor:

  1. Tarif Impor AS terhadap IndiaPemerintah Amerika Serikat menetapkan tarif impor hingga 50% terhadap sejumlah barang dari India. Kebijakan ini menimbulkan ketidakpastian pasokan global, mengingat India merupakan salah satu importir utama minyak dari Rusia. Ketegangan ini berpotensi mengganggu aliran energi dan mempersempit jalur distribusi minyak mentah.

  2. Konflik Ukraina–RusiaSituasi konflik yang belum mereda antara Rusia dan Ukraina terus memicu kekhawatiran akan gangguan distribusi energi. Rusia sebagai salah satu produsen minyak terbesar dunia memiliki peran vital dalam stabilitas pasokan global. Ketegangan ini memberikan dorongan positif terhadap harga minyak karena pasar mengantisipasi potensi gangguan pasokan.

Sentimen Pasar: Antara Optimisme dan Kekhawatiran

Meskipun faktor geopolitik memberikan dorongan jangka pendek terhadap harga minyak, sentimen pasar secara keseluruhan tetap berhati-hati. Investor mulai mempertimbangkan dampak jangka panjang dari surplus pasokan dan perlambatan ekonomi global.

Prediksi Goldman Sachs: Brent Bisa Turun ke $50

Dalam laporan terbarunya, Goldman Sachs memperkirakan harga Brent berpotensi turun ke level low-$50 per barel pada akhir tahun 2026. Prediksi ini didasarkan pada dua faktor utama:

  • Surplus Pasokan GlobalDiperkirakan akan terjadi kelebihan pasokan hingga 1,8 juta barel per hari. Hal ini menunjukkan bahwa produksi minyak akan melampaui permintaan, menciptakan tekanan turun terhadap harga.

  • Peningkatan Cadangan MinyakCadangan minyak global diperkirakan meningkat sekitar 800 juta barel. Lonjakan ini memperkuat ekspektasi bahwa pasar akan mengalami kelebihan stok dalam beberapa tahun ke depan.

Analisis Teknikal: Sinyal Positif di Tengah Ketidakpastian

Dari sisi teknikal, indikator di berbagai kerangka waktu menunjukkan sinyal strong buy, yang didukung oleh posisi moving averages yang masih berada dalam tren positif. Beberapa level penting yang perlu diperhatikan:

  • Support Terdekat: USD 66,44 – USD 65,59

  • Resistance Utama: USD 67,10 – USD 68,17

  • MA 200 Hari: Sekitar USD 69,13

Jika harga mampu menembus level resistance USD 68, maka potensi penguatan ke area USD 70 terbuka lebar. Sebaliknya, penurunan di bawah USD 65 dapat memicu koreksi lebih dalam.

Volatilitas Jangka Pendek vs Ancaman Jangka Panjang

Dalam jangka pendek, pasar minyak diperkirakan akan tetap volatil dengan kecenderungan bullish. Hal ini didorong oleh faktor geopolitik yang masih aktif dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, proyeksi surplus pasokan dan perlambatan ekonomi global menjadi ancaman nyata bagi tren kenaikan harga.

Perlambatan Ekonomi Global

Selain faktor pasokan, perlambatan ekonomi global juga menjadi perhatian utama. Ketika pertumbuhan ekonomi melambat, permintaan energi cenderung menurun. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa harga minyak akan menghadapi tekanan dalam beberapa tahun ke depan.

Kesimpulan: Siapa yang Menang?

Pertarungan antara ketegangan geopolitik dan ancaman surplus pasokan menciptakan dinamika yang kompleks di pasar minyak. Dalam jangka pendek, faktor geopolitik tampaknya "menang" dengan menjaga harga tetap stabil atau bahkan naik. Namun, dalam jangka panjang, surplus pasokan dan perlambatan ekonomi bisa menjadi penentu arah pasar.

Investor dan pelaku pasar perlu terus memantau perkembangan geopolitik serta data fundamental pasokan dan permintaan. Strategi investasi yang fleksibel dan berbasis analisis mendalam menjadi kunci untuk menghadapi ketidakpastian yang terus berkembang di pasar energi global.


Sumber: Bloomberg, Newsmaker.id

 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2023 by Annex. Proudly created with Wix.com

  • Grey Twitter Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Google+ Icon
  • Grey Instagram Icon
bottom of page