top of page

Equityworld Futures - Kuatnya Dolar AS Bikin Perak Kalah Saing: Analisis Dampak dan Implikasinya

  • Aug 15, 2025
  • 3 min read

Pengantar

Dalam beberapa bulan terakhir, pasar komoditas global mengalami gejolak yang cukup signifikan, terutama pada logam mulia seperti perak. Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga dan daya saing perak adalah penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Fenomena ini tidak hanya berdampak pada investor, tetapi juga pada sektor industri yang bergantung pada perak sebagai bahan baku.

Penguatan Dolar AS dan Dampaknya pada Harga Perak

Dolar AS yang menguat secara konsisten telah menjadi tekanan utama bagi harga perak di pasar global. Karena perak dihargai dalam dolar, setiap kenaikan nilai tukar dolar membuat perak menjadi lebih mahal bagi investor luar negeri. Akibatnya, permintaan global terhadap perak menurun, yang menyebabkan harga perak terkoreksi dari level tertingginya dalam 14 tahun

Pada pertengahan Juli 2025, harga perak sempat menyentuh angka di atas $39 per ons, namun kemudian turun hingga 0,8% karena penguatan dolar selama jam perdagangan AS

Penurunan ini juga dipicu oleh aksi profit-taking dari investor yang ingin mengamankan keuntungan setelah lonjakan harga yang signifikan sepanjang tahun.


Ketegangan Geopolitik dan Kebijakan Tarif AS

Selain faktor mata uang, kebijakan perdagangan AS turut memperburuk sentimen pasar terhadap perak. Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru sebesar 30% terhadap Meksiko dan Uni Eropa, dua produsen perak terbesar dunia. Meskipun perak tidak termasuk dalam daftar tarif baru, kekhawatiran bahwa pengecualian ini bisa dicabut sewaktu-waktu membuat investor semakin berhati-hati


Ancaman tarif ini menambah tekanan pada pasar fisik perak, terutama di London, tempat sebagian besar cadangan perak disimpan oleh dana ETF. Ketatnya pasokan fisik menyebabkan biaya pinjaman perak melonjak hingga lebih dari 6% per tahun, jauh di atas tingkat normal yang mendekati nol.

Perak sebagai Komoditas Industri dan Safe Haven

Perak memiliki dua fungsi utama di pasar: sebagai aset lindung nilai (safe haven) dan sebagai bahan baku industri. Dalam konteks transisi energi global, perak memainkan peran penting dalam produksi panel surya dan kendaraan listrik. Namun, penguatan dolar dan ketidakpastian kebijakan fiskal dari negara-negara besar seperti Tiongkok telah memudarkan optimisme investor terhadap prospek jangka panjang perak


Meskipun demikian, permintaan industri terhadap perak tetap tinggi. Menurut The Silver Institute, pasar perak menuju defisit tahunan kelima berturut-turut. Hal ini menunjukkan bahwa secara fundamental, perak masih memiliki potensi untuk menguat jika tekanan eksternal seperti dolar dan kebijakan perdagangan mereda.

Perbandingan Kinerja Perak dan Emas

Menariknya, sepanjang tahun 2025, harga perak telah naik sekitar 32%, melampaui kenaikan emas yang hanya sebesar 27%

Hal ini membuat rasio harga emas terhadap perak menurun, dari rata-rata 10 tahun sebesar 80 menjadi sekitar 86 ons perak untuk satu ons emas. Performa ini menunjukkan bahwa meskipun tertekan oleh dolar, perak tetap menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari diversifikasi portofolio.


Strategi dan Rekomendasi Investasi

Bagi investor yang tertarik pada perak, penting untuk memperhatikan level teknikal dan fundamental pasar. Beberapa analis merekomendasikan untuk membeli jika harga menembus di atas $38.138 dan menjual jika turun di bawah $37.538. Level resistance dan support juga perlu diperhatikan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan


Selain itu, investor disarankan untuk terus memantau perkembangan kebijakan moneter AS, terutama keputusan suku bunga oleh The Federal Reserve, serta dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi nilai tukar dolar dan sentimen pasar secara keseluruhan.

Penutup

Penguatan dolar AS telah menjadi tantangan besar bagi pasar perak, baik dari sisi harga maupun daya saing global. Meskipun perak memiliki fundamental yang kuat sebagai komoditas industri dan aset safe haven, tekanan eksternal seperti kebijakan tarif dan fluktuasi mata uang tetap menjadi faktor penentu utama. Bagi investor dan pelaku industri, memahami dinamika ini sangat penting untuk mengambil keputusan yang tepat di tengah ketidakpastian pasar.

Sumber : Newsmaker.id


 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2023 by Annex. Proudly created with Wix.com

  • Grey Twitter Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Google+ Icon
  • Grey Instagram Icon
bottom of page