Equityworld Futures - Kilau Emas Menguat di Tengah Sinyal Pemulihan Pasar
- Nov 5, 2025
- 3 min read

Emas Terkoreksi Setelah Rekor Tertinggi
Harga emas mengalami koreksi pada Kamis, 19 September 2025, setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Emas spot turun 0,4% menjadi $3.643,40 per ons, sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup 1,1% lebih rendah di $3.678,30. Penurunan ini terjadi setelah sesi perdagangan yang volatil, di mana harga sempat menyentuh $3.707,40 per ons.
Koreksi ini dipicu oleh aksi ambil untung dari investor dan penguatan indeks dolar AS sebesar 0,5%, yang membuat emas—sebagai komoditas yang dihargakan dalam dolar—menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Kebijakan The Fed dan Dampaknya pada Emas
Federal Reserve (The Fed) mengumumkan penurunan suku bunga pertama sejak Desember, membuka peluang pelonggaran lebih lanjut. Namun, pernyataan tersebut dibarengi dengan peringatan mengenai inflasi yang masih tinggi, sehingga menimbulkan keraguan pasar terhadap arah kebijakan moneter ke depan.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menyebut langkah tersebut sebagai “pemangkasan manajemen risiko” untuk merespons pelemahan pasar tenaga kerja. Namun, ia juga menekankan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut. Ketidakpastian ini memicu aksi ambil untung di pasar emas.
Peter Grant, Wakil Presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals, menyatakan bahwa meskipun terjadi koreksi, tren bullish jangka panjang emas tetap kuat. Menurutnya, setiap kali emas mencapai level tertinggi baru, hal itu semakin memperkuat proyeksi harga menuju $4.000 per ons.
Emas Sebagai Aset Safe Haven
Emas dikenal sebagai aset safe haven yang cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah dan saat terjadi ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik. Sepanjang tahun 2025, harga emas telah meningkat hampir 39%, mencerminkan tingginya minat investor terhadap logam mulia ini.
Analis dari SP Angel menyoroti bahwa salah satu pendorong utama kenaikan harga emas adalah diversifikasi cadangan dolar oleh bank-bank sentral negara-negara BRIC, terutama Tiongkok. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut, memperkuat permintaan terhadap emas sebagai alat lindung nilai.
Lonjakan Permintaan dari Tiongkok
Data terbaru menunjukkan bahwa ekspor emas dari Swiss ke Tiongkok melonjak 254% pada bulan Agustus dibandingkan dengan Juli. Lonjakan ini mencerminkan peningkatan permintaan emas dari negara ekonomi terbesar kedua di dunia, yang juga menjadi salah satu konsumen emas terbesar secara global.
Kenaikan impor emas oleh Tiongkok dapat menjadi indikator bahwa negara tersebut tengah memperkuat cadangan emasnya sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset dan perlindungan terhadap volatilitas pasar global.
Prospek Harga Emas ke Depan
Meskipun terjadi koreksi jangka pendek, prospek harga emas tetap positif. Ketidakpastian kebijakan moneter The Fed, ketegangan geopolitik, dan tren diversifikasi cadangan oleh negara-negara besar menjadi faktor-faktor yang mendukung penguatan harga emas dalam jangka menengah hingga panjang.
Investor dan pelaku pasar akan terus mencermati pernyataan dan kebijakan dari The Fed, terutama terkait suku bunga dan inflasi. Jika pelonggaran moneter berlanjut, maka emas berpotensi kembali menguat dan mendekati target psikologis $4.000 per ons.
Pergerakan Logam Mulia Lainnya
Selain emas, logam mulia lainnya juga menunjukkan pergerakan positif. Perak spot naik 0,3% menjadi $41,78 per ons, platinum naik 1,6% menjadi $1.384,95, dan paladium naik 0,5% menjadi $1.160,25. Kenaikan ini menunjukkan bahwa minat terhadap logam mulia secara umum masih tinggi, terutama di tengah ketidakpastian global.
Kesimpulan
Harga emas menunjukkan ketahanan yang kuat meskipun mengalami koreksi jangka pendek. Dukungan dari kebijakan moneter yang akomodatif, ketidakpastian geopolitik, dan peningkatan permintaan dari negara-negara besar seperti Tiongkok menjadi faktor utama yang mendorong kilau emas tetap bersinar.
Dengan tren bullish yang masih berlangsung dan potensi pelonggaran lebih lanjut dari The Fed, emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan nilai dan stabilitas di tengah dinamika pasar global.
Sumber: Dow Jones Newswires, ewfpro




















Comments