top of page

Equityworld Futures - Harga Minyak Turun ke Level Terendah dalam Lima Bulan: Dampak Ketegangan Perdagangan AS-China dan Surplus Pasokan

  • Oct 16, 2025
  • 3 min read

Penurunan Harga Minyak Global

Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan pada Rabu, 15 Oktober 2025, mencapai titik terendah dalam lima bulan terakhir. Brent crude turun sebesar 48 sen (0,8%) menjadi $61,91 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 43 sen (0,7%) menjadi $58,27 per barel. Penurunan ini menandai penutupan terendah sejak 7 Mei dan terjadi selama dua hari berturut-turut. [ewfpro.com]


Ketegangan Perdagangan AS-China Memicu Kekhawatiran

Salah satu faktor utama yang memicu penurunan harga minyak adalah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Kedua negara, yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia, kembali terlibat dalam perang dagang. AS dan China saling mengenakan biaya tambahan pada kapal yang mengangkut barang antar negara, yang berpotensi mengganggu aliran perdagangan global. [ewfpro.com]

China juga mengumumkan peningkatan kontrol terhadap ekspor logam tanah jarang, sementara Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif barang-barang China hingga 100% dan memperketat ekspor perangkat lunak mulai 1 November. Meskipun Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Washington tidak ingin memperburuk konflik, ketegangan tetap tinggi menjelang kemungkinan pertemuan antara Trump dan Presiden Xi Jinping di Korea Selatan. [ewfpro.com]


Prediksi Surplus Pasokan oleh IEA

Selain faktor geopolitik, prediksi dari International Energy Agency (IEA) turut memperburuk sentimen pasar. IEA memperkirakan bahwa pasar minyak global dapat mengalami surplus hingga 4 juta barel per hari pada tahun 2026. Surplus ini lebih besar dari estimasi sebelumnya dan disebabkan oleh peningkatan produksi dari negara-negara anggota OPEC+ serta lemahnya permintaan global. [ewfpro.com]

OPEC+, yang terdiri dari negara-negara anggota OPEC dan sekutunya seperti Rusia dan Azerbaijan, terus meningkatkan produksi meskipun permintaan belum menunjukkan pemulihan yang signifikan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan kelebihan pasokan yang dapat menekan harga lebih jauh.


Dampak Ekonomi Global dan Kebijakan Moneter

Ketegangan perdagangan dan surplus pasokan minyak juga berdampak pada prospek ekonomi global. Di China, tekanan deflasi terus berlanjut dengan penurunan harga konsumen dan produsen pada bulan September. Ditambah dengan krisis properti yang berkepanjangan, kondisi ini memperburuk outlook ekonomi negara tersebut. [ewfpro.com]

Di sisi lain, Gubernur Federal Reserve Stephen Miran menyatakan bahwa risiko dari sektor energi terbarukan terhadap ekonomi cukup besar, sehingga penting bagi bank sentral AS untuk mempertimbangkan pemotongan suku bunga. Kebijakan moneter yang lebih longgar berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan permintaan minyak.


Sanksi Energi terhadap Rusia

Inggris juga turut memperketat sanksi terhadap Rusia dengan menargetkan dua perusahaan minyak terbesar negara tersebut, Lukoil dan Rosneft, serta 51 kapal tanker bayangan. Langkah ini bertujuan untuk membatasi pendapatan Kremlin dari sektor energi sebagai bagian dari respons terhadap perang Rusia di Ukraina. [ewfpro.com]

Rusia, yang merupakan produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia setelah AS pada tahun 2024, menghadapi risiko penurunan ekspor jika sanksi semakin diperketat. Hal ini dapat mempengaruhi pasokan global dan menambah ketidakpastian di pasar energi.


Outlook Harga Minyak ke Depan

Bank of America memperingatkan bahwa harga Brent bisa jatuh di bawah $50 per barel jika ketegangan perdagangan AS-China terus meningkat dan produksi OPEC+ tidak dikendalikan. Dengan kombinasi faktor geopolitik, surplus pasokan, dan ketidakpastian ekonomi, pasar minyak menghadapi tekanan besar dalam waktu dekat. [ewfpro.com]

Namun, ada kemungkinan bahwa kebijakan moneter yang lebih akomodatif dan pemulihan ekonomi global dapat membantu menstabilkan permintaan dan mendorong harga kembali naik. Investor dan pelaku pasar perlu memantau perkembangan geopolitik dan kebijakan energi secara cermat untuk mengantisipasi pergerakan harga minyak ke depan.


Sumber: Reuters, ewfro

 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2023 by Annex. Proudly created with Wix.com

  • Grey Twitter Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Google+ Icon
  • Grey Instagram Icon
bottom of page