top of page

Equityworld Futures - Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed Bikin Emas Tetap Mengkilap

  • Sep 9, 2025
  • 3 min read

Harga emas terus menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi global yang kompleks. Tahun 2025 diprediksi menjadi tahun yang penuh tantangan sekaligus peluang bagi logam mulia ini. Salah satu faktor utama yang mendukung kilau emas adalah harapan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed), yang dapat memperkuat daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas.


Skenario Bearish: Risiko Penurunan Harga Emas

Meskipun prospek emas terlihat cerah, ada sejumlah risiko yang dapat menekan harga logam mulia ini. Penurunan ketegangan geopolitik, seperti penyelesaian konflik Rusia-Ukraina atau stabilisasi di Timur Tengah, berpotensi mengurangi permintaan safe haven terhadap emas. Sepanjang 2024, harga emas banyak diuntungkan oleh ketegangan global, sehingga jika konflik mereda, koreksi harga bisa terjadi.

Selain itu, kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump yang cenderung proteksionis dan berfokus pada pendekatan "America First" dapat memicu ketidakpastian baru. Jika Trump menaikkan tarif impor, terutama terhadap Tiongkok, maka perang dagang bisa kembali terjadi. Hal ini berisiko memperlemah ekonomi Tiongkok, yang merupakan konsumen emas terbesar di dunia, dan berdampak negatif pada permintaan emas global.

Kebijakan moneter The Fed juga menjadi faktor penentu. Jika inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja tidak menunjukkan pelemahan signifikan, The Fed mungkin akan menahan diri untuk tidak menurunkan suku bunga. Sikap hawkish ini dapat membebani harga emas karena imbal hasil obligasi AS akan tetap tinggi, mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi.


Skenario Bullish: Peluang Kenaikan Harga Emas

Di sisi lain, skenario bullish untuk emas tetap terbuka lebar. Jika bank sentral global, termasuk The Fed, melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter, maka harga emas berpotensi naik lebih tinggi. Penurunan suku bunga akan menekan imbal hasil obligasi dan memperlemah dolar AS, dua kondisi yang sangat mendukung kenaikan harga emas.

Bahkan jika The Fed tidak agresif dalam memangkas suku bunga, emas masih bisa mendapatkan dukungan dari arus keluar modal dari mata uang lain seperti Euro dan Poundsterling, terutama jika ECB dan Bank of England melonggarkan kebijakan secara agresif.

Kondisi ekonomi Tiongkok juga menjadi katalis positif. Pada akhir 2024, Politbiro Partai Komunis Tiongkok mengindikasikan akan menerapkan kebijakan moneter yang "cukup longgar" dan fiskal yang proaktif untuk mendorong pertumbuhan. Dengan inflasi tahunan yang rendah (0,2% pada November), Tiongkok memiliki ruang untuk merangsang ekonomi tanpa khawatir terhadap tekanan inflasi. Jika ekonomi Tiongkok pulih, permintaan emas domestik akan meningkat, mendukung harga global.


Ketegangan Geopolitik dan Arus Safe Haven

Ketegangan geopolitik yang meningkat juga dapat memperkuat posisi emas sebagai aset safe haven. Konflik yang meluas di Timur Tengah, seperti konfrontasi antara Iran dan Israel, serta ketidakpastian dalam penyelesaian perang Rusia-Ukraina, dapat mendorong investor untuk mencari perlindungan pada emas.

Dalam situasi krisis, emas sering kali menjadi pilihan utama karena sifatnya yang stabil dan tidak terpengaruh langsung oleh kebijakan moneter atau fiskal. Oleh karena itu, setiap eskalasi konflik global berpotensi menjadi pendorong harga emas.


Permintaan Bank Sentral: Katalis Jangka Panjang

Salah satu faktor yang tidak boleh diabaikan adalah pembelian emas oleh bank sentral. Sepanjang 2024, permintaan dari bank sentral menjadi pendorong utama harga emas. Menurut World Gold Council, tren ini diperkirakan akan berlanjut pada 2025.

Dalam laporan prospeknya, World Gold Council menyatakan bahwa permintaan bank sentral yang melebihi 500 ton per tahun akan memberikan efek positif bersih terhadap kinerja harga emas. Jika tren pembelian ini tetap kuat, maka harga emas akan mendapat dukungan jangka panjang. Namun, jika terjadi perlambatan di bawah level tersebut, tekanan tambahan terhadap harga emas bisa muncul.


Kesimpulan: Emas Tetap Menjadi Pilihan Investasi Menarik

Dengan berbagai faktor yang saling tarik-menarik, emas tetap menjadi instrumen investasi yang menarik di tahun 2025. Harapan pemangkasan suku bunga oleh The Fed, pelonggaran kebijakan oleh bank sentral global, pemulihan ekonomi Tiongkok, serta ketegangan geopolitik menjadi pendorong utama yang menjaga kilau emas tetap terang.

Namun, investor tetap perlu waspada terhadap risiko yang ada, termasuk potensi kebijakan proteksionis AS dan ketidakpastian arah kebijakan moneter. Dengan pendekatan yang hati-hati dan analisis yang mendalam, emas dapat menjadi bagian penting dari portofolio investasi yang tangguh di tengah ketidakpastian global.ewfpro


Sumber: ewfpro

 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2023 by Annex. Proudly created with Wix.com

  • Grey Twitter Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Google+ Icon
  • Grey Instagram Icon
bottom of page