top of page

Equityworld Futures - Dolar Melemah, Perak Bersinar: Dinamika Pasar Menjelang Jackson Hole

  • Aug 21, 2025
  • 3 min read

Simposium Jackson Hole yang akan digelar dalam waktu dekat menjadi sorotan utama pasar keuangan global. Di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat, harga perak menunjukkan pergerakan menarik, terutama karena pengaruh dari fluktuasi dolar AS dan ketegangan geopolitik.


Perak Menguat di Tengah Tekanan Dolar

Harga perak sempat menyentuh level tertinggi dalam 14 tahun sebelum akhirnya terkoreksi akibat penguatan dolar AS. Ketika dolar menguat, logam mulia seperti perak menjadi lebih mahal bagi investor luar negeri, sehingga permintaan cenderung menurun

Namun, pelemahan dolar yang terjadi menjelang Jackson Hole memberikan ruang bagi perak untuk kembali bersinar.


Pada pertengahan Agustus, harga perak sempat turun ke kisaran $37 per ons, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar dan ketidakpastian pasar menjelang pertemuan penting tersebut

Meski demikian, minat investor terhadap perak tetap stabil, menunjukkan bahwa logam ini masih dianggap sebagai aset lindung nilai yang menarik.


Defisit Pasokan Dorong Harga Perak

Salah satu faktor fundamental yang mendukung harga perak adalah kondisi defisit pasokan yang terus berlanjut. Menurut laporan World Silver Survey dan Silver Institute, tahun 2025 menjadi tahun kelima berturut-turut pasar perak mengalami defisit struktural, dengan permintaan melebihi pasokan sebesar 117–148 juta ounce


Defisit ini diperparah oleh meningkatnya permintaan industri, terutama dari sektor energi terbarukan seperti panel surya dan teknologi tinggi. Meskipun konsumsi industri sempat melambat akibat harga yang tinggi, prospek jangka panjang tetap positif karena peran strategis perak dalam transisi energi global.


Ketegangan Geopolitik dan Tarif Dagang Jadi Pemicu

Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik dan kebijakan perdagangan turut memengaruhi harga perak. Ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap Meksiko dan Uni Eropa, dua produsen utama perak dunia, menimbulkan kekhawatiran di pasar

Meskipun perak tidak termasuk dalam daftar tarif baru, potensi perubahan kebijakan secara tiba-tiba tetap menjadi risiko yang diperhitungkan oleh investor.


Ketegangan ini mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti perak, terutama di tengah ketidakpastian global. Lonjakan biaya pinjaman perak di pasar fisik London juga menunjukkan bahwa pasokan fisik semakin ketat, memperkuat sentimen bullish terhadap logam ini.

Ekspektasi Kebijakan The Fed: Suku Bunga Jadi Kunci

Pasar saat ini menantikan sinyal dari Federal Reserve terkait arah suku bunga. Ekspektasi pemangkasan suku bunga pada semester kedua 2025 menjadi katalis positif bagi perak, karena logam ini tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) dan cenderung menguat ketika yield obligasi menurun


Jika The Fed memberikan sinyal dovish dalam simposium Jackson Hole, maka harga perak berpotensi melanjutkan penguatannya. Sebaliknya, jika sinyal hawkish yang muncul, maka tekanan terhadap perak bisa kembali meningkat.

Rasio Emas-Perak dan Performa Tahun Ini

Menariknya, performa perak tahun ini mengungguli emas. Harga perak telah naik sekitar 32%, sementara emas hanya mencatat kenaikan 27%

Hal ini membuat rasio harga emas terhadap perak menurun, dari rata-rata 10 tahun sebesar 80 menjadi sekitar 86 ons perak untuk satu ons emas.


Kondisi ini menunjukkan bahwa investor mulai melihat perak sebagai alternatif investasi yang lebih menarik dibandingkan emas, terutama karena potensi kenaikan harga yang lebih besar dan peran ganda perak sebagai logam industri dan aset lindung nilai.


Outlook Jangka Pendek dan Strategi Investor

Dalam jangka pendek, harga perak diperkirakan akan tetap volatil, tergantung pada hasil simposium Jackson Hole dan perkembangan geopolitik. Investor disarankan untuk memperhatikan level teknikal penting dan berita fundamental sebelum mengambil keputusan.

Volume perdagangan yang tetap likuid menunjukkan bahwa minat terhadap perak masih tinggi, meskipun pasar sedang menunggu arah kebijakan moneter berikutnya

Strategi yang umum digunakan adalah membeli saat harga menembus resistance dan menjual saat harga menembus support, dengan tetap memperhatikan indikator teknikal seperti RSI dan momentum pasar.



 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2023 by Annex. Proudly created with Wix.com

  • Grey Twitter Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Google+ Icon
  • Grey Instagram Icon
bottom of page