top of page

Equityworld Futures - Dolar AS Melemah: Sikap Hati-Hati Powell Picu Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga

  • Sep 24, 2025
  • 2 min read

Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan pasar global setelah pidato Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, dalam simposium tahunan Jackson Hole. Sikap dovish Powell membuka peluang pemangkasan suku bunga, yang memicu reaksi pasar dan spekulasi kebijakan moneter ke depan.

Powell Beri Sinyal Pemangkasan Suku Bunga

Dalam pidatonya yang sangat dinanti, Powell menyatakan bahwa risiko terhadap pasar tenaga kerja meningkat, meskipun inflasi masih menjadi ancaman. Pernyataan ini dianggap sebagai sinyal bahwa The Fed mungkin akan memangkas suku bunga pada pertemuan bulan September mendatang. [Equityworl...ewfpro.com]

Beberapa lembaga keuangan besar seperti Barclays, BNP Paribas, dan Deutsche Bank langsung merespons dengan memprediksi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. Sementara itu, Bank of America tetap pada proyeksi bahwa suku bunga akan dipertahankan, meskipun mereka mengakui bahwa risiko telah bergeser ke arah pelonggaran kebijakan.

Reaksi Pasar: Dolar Tertekan, Ekspektasi Meningkat

Pasar merespons pidato Powell dengan cepat. Menurut alat CME FedWatch, probabilitas pemangkasan suku bunga naik dari sekitar 70% menjadi 87% setelah pidato tersebut. Dolar AS pun mengalami tekanan, dengan euro tetap mendekati level tertinggi sejak akhir Juli, dan mata uang lain seperti pound sterling dan franc Swiss juga menunjukkan penguatan relatif. [Equityworl...ewfpro.com]

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama menunjukkan pelemahan, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan moneter AS.

Data Ekonomi Jadi Penentu Langkah Selanjutnya

Pasar kini menantikan data ekonomi penting yang akan dirilis dalam waktu dekat. Di antaranya adalah PCE deflator, indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed, serta data ketenagakerjaan bulan Agustus. Kedua data ini akan menjadi penentu apakah pemangkasan suku bunga benar-benar akan terjadi.

Jika inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja menunjukkan ketahanan, The Fed mungkin akan menunda pelonggaran. Namun, jika data menunjukkan pelemahan, maka pemangkasan suku bunga bisa menjadi langkah yang tak terhindarkan.

Tekanan Politik Tambahan dari Presiden Trump

Selain faktor ekonomi, tekanan politik juga turut membebani dolar AS. Presiden Donald Trump kembali melancarkan kritik terhadap Powell dan pejabat Fed lainnya, mempertanyakan independensi bank sentral. Bahkan, Trump mengancam akan memecat Ketua Fed Lisa Cook jika ia tidak mengundurkan diri terkait dugaan masalah hipotek di Michigan dan Georgia. [Equityworl...ewfpro.com]

Ketegangan antara Gedung Putih dan Federal Reserve menambah ketidakpastian di pasar, memperkuat sentimen negatif terhadap dolar.

Risiko Kesalahan Kebijakan

Meskipun banyak pihak mendukung pemangkasan suku bunga, ada pula yang memperingatkan risiko kesalahan kebijakan. Bank of America, misalnya, menilai bahwa pemangkasan suku bunga saat ekonomi mulai pulih dan inflasi mendekati 3% bisa menjadi langkah yang keliru. Mereka khawatir bahwa pelonggaran terlalu dini justru akan memperburuk tekanan inflasi di masa depan.

Kesimpulan: Dolar dalam Tekanan, Pasar Menunggu Kepastian

Pelemahan dolar AS saat ini mencerminkan ketidakpastian arah kebijakan moneter dan tekanan politik yang dihadapi Federal Reserve. Sikap hati-hati Powell membuka ruang bagi pelonggaran, namun keputusan akhir akan sangat bergantung pada data ekonomi yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Investor dan pelaku pasar kini berada dalam mode “wait and see”, menanti sinyal lebih jelas dari The Fed. Sementara itu, volatilitas di pasar mata uang kemungkinan akan tetap tinggi, dengan dolar berada di bawah tekanan hingga ada kepastian kebijakan.

Sumber: Reuters, ewfpro

 
 
 

Comments


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

© 2023 by Annex. Proudly created with Wix.com

  • Grey Twitter Icon
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Google+ Icon
  • Grey Instagram Icon
bottom of page