Equityworld Futures | DXY Melemah ke 98,10: Pasar Menimbang Risiko Geopolitik AS–Iran
- May 8
- 2 min read

Indeks Dolar AS (DXY) kembali menunjukkan pelemahan dan bergerak di kisaran 98,10 pada perdagangan terbaru. Pergerakan ini mencerminkan perubahan sentimen pasar global yang kini lebih berhati-hati dalam merespons perkembangan geopolitik, khususnya terkait hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
Pelemahan Dolar Dipicu Sentimen Risiko
Dolar AS sebagai aset safe haven cenderung melemah ketika ketegangan global mereda atau ketika investor mulai beralih ke aset berisiko. Dalam beberapa hari terakhir, pasar mencermati potensi perubahan arah hubungan antara AS dan Iran, yang memicu pergeseran preferensi investor.
Harapan akan meredanya konflik atau tercapainya kesepakatan diplomatik membuat pelaku pasar mulai mengurangi eksposur terhadap dolar dan beralih ke aset lain seperti mata uang berisiko maupun komoditas. Kondisi ini menekan indeks DXY, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia.
Fenomena serupa juga tercermin dalam berbagai laporan pasar, di mana optimisme terkait perundingan AS–Iran mendorong tekanan pada dolar serta mengurangi permintaan terhadap aset lindung nilai. [cetro.or.id], [rmol.id]
Pengaruh Geopolitik terhadap Arah Pasar
Situasi geopolitik menjadi faktor dominan dalam pergerakan dolar saat ini. Ketidakpastian mengenai langkah lanjutan antara Washington dan Teheran membuat investor mengambil sikap “wait and see”.
Di satu sisi, adanya potensi de-eskalasi konflik memberikan sentimen positif bagi pasar global dan mendorong risk appetite. Namun di sisi lain, belum adanya kepastian kesepakatan membuat volatilitas tetap tinggi.
Perubahan dinamika ini juga berdampak pada harga energi, terutama minyak, yang cenderung turun ketika risiko konflik mereda. Penurunan harga minyak kemudian turut memengaruhi ekspektasi inflasi global, yang pada akhirnya berdampak pada kebijakan moneter bank sentral. [cetro.or.id]
Ekspektasi Kebijakan The Fed
Selain faktor geopolitik, arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) tetap menjadi perhatian utama pasar. Pelemahan dolar saat ini juga didorong oleh spekulasi bahwa tekanan inflasi dapat mereda, sehingga membuka peluang bagi kebijakan moneter yang lebih longgar ke depan.
Namun demikian, sejumlah pejabat The Fed masih memberikan sinyal kehati-hatian. Inflasi yang belum sepenuhnya stabil serta potensi gangguan dari sisi energi membuat bank sentral belum sepenuhnya mengubah sikap kebijakan.
Dengan demikian, pergerakan dolar ke depan akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi antara perkembangan geopolitik dan rilis data ekonomi, khususnya data inflasi dan tenaga kerja AS.
Outlook DXY ke Depan
Dalam jangka pendek, pergerakan indeks dolar diperkirakan akan tetap fluktuatif di kisaran 98,00. Sentimen risk-on masih berpotensi mendominasi apabila ada sinyal positif dari hubungan AS–Iran.
Namun, jika ketegangan kembali meningkat atau data ekonomi AS menunjukkan kekuatan yang signifikan, dolar berpeluang kembali menguat. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk terus memantau:
Perkembangan negosiasi AS–Iran
Pergerakan harga minyak global
Data ekonomi utama AS
Pernyataan pejabat Federal Reserve
Secara keseluruhan, pelemahan DXY ke level 98,10 mencerminkan fase transisi pasar yang sedang menilai ulang risiko global. Kombinasi antara sentimen geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter akan menjadi kunci arah pergerakan dolar dalam waktu dekat.
Sumber: Newsmaker.id














Comments